Take Over KPR adalah proses memindahkan KPR yang sedang berjalan dari bank A ke bank B, biasanya untuk mendapat bunga lebih rendah.
Kapan Take Over Menguntungkan?
- Selisih bunga bank baru ≥ 2% dibanding bank lama
- Sisa tenor masih di atas 5 tahun
- Nilai properti sudah naik signifikan
- Kamu punya BI Checking bersih
Dokumen yang Disiapkan
KTP, KK, NPWP, slip gaji 3 bulan, rekening koran 3 bulan, sertifikat rumah, buku KPR aktif, dan surat keterangan sisa hutang dari bank lama.
Proses Lengkap (14–30 hari kerja)
- Ajukan KPR baru ke bank tujuan
- Bank baru appraisal ulang properti
- Bank baru terbitkan SP3K
- Pelunasan ke bank lama via bank baru
- Balik nama sertifikat ke jaminan bank baru
- AJB & akad kredit baru di notaris
Biaya yang Harus Disiapkan
Provisi bank baru (1%), biaya appraisal, biaya notaris, dan potensi penalti pelunasan dini dari bank lama (biasanya 1-2% sisa pokok). Total sekitar 3-5% dari plafon KPR.
"Take over yang cerdas bisa hemat hingga Rp 100 juta bunga sepanjang tenor. Yang tergesa bisa rugi karena penalti."
Butuh Konsultasi Langsung?
Butuh diskusi langsung dengan konsultan properti kami? Tim Huniaja siap bantu 7 hari seminggu.
Chat via WhatsApp