Sejak 2019, 9% dari pendapatan bersih Huniaja disisihkan untuk program sosial — bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai janji. Karena di balik setiap rumah yang kami bantu jual, ada rumah lain yang belum punya kesempatan.
Setiap digit di bawah ini adalah wajah, keluarga, dan mimpi yang berhasil kami sentuh — bersama pengguna Huniaja seperti kamu.
Rumah Layak Huni dibangun
Anak menerima beasiswa
Desa binaan aktif
Pohon ditanam bersama warga
Awal 2020, tim kami berkunjung ke Desa Cikahuripan untuk pendataan potensi properti. Tapi yang kami temukan bukan investasi — melainkan keluarga Ibu Yati dengan atap terpal dan lantai tanah.
Kami pulang, patungan, dan tiga bulan kemudian atap terpal itu berganti genteng, dinding bilik jadi batako, dan cucu Ibu Yati tidak lagi belajar di bawah tetesan hujan.
Dari satu rumah itu, Huniaja Peduli lahir. Kami tidak menyelamatkan dunia — kami cuma percaya bahwa setiap rumah yang layak adalah satu bab baru untuk keluarga yang menempatinya.
Kami merenovasi rumah keluarga kurang mampu di desa binaan — dari atap bocor sampai sanitasi. Karena tidak ada anak yang layak tidur di rumah yang bahaya.
Anak-anak dari keluarga tukang, mandor, dan pekerja konstruksi partner kami mendapat beasiswa penuh SD-SMA. Sekitar 300 anak menerima setiap tahun.
Ketika banjir, gempa, atau erupsi terjadi, tim Huniaja Peduli turun ke lokasi dalam 48 jam — logistik, tempat tinggal sementara, dan pendampingan rekonstruksi.
Setiap 1 rumah terjual di Huniaja, kami menanam 3 pohon. Dari 8.400 pohon yang tertanam, 82% masih hidup dan tumbuh di lahan bekas tambang & lereng gundul.
Setiap bulan kami menggelar workshop KPR, cara cek legalitas, dan waspada penipuan properti — gratis, terbuka untuk siapa saja, offline & online.
Setiap Jumat pagi, tim relawan Huniaja Peduli membagikan 200 paket nasi kotak & sembako untuk warga kurang mampu di sekitar kantor pusat dan desa binaan.
"Rumah kami dulu atap dari terpal, dinding dari bilik bambu. Setelah 20 tahun begitu, tim Huniaja datang tanpa saya minta. Sekarang cucu saya bisa belajar tanpa hujan masuk ke buku pelajarannya."
"Bapak saya kuli bangunan di proyek partner Huniaja. Saya pikir mau berhenti sekolah untuk bantu bapak. Beasiswa Huniaja bikin saya sekarang bisa ikut lomba desain interior nasional."
"Umur segini sudah tidak kuat kerja berat. Setiap Jumat, mas dan mbak Huniaja datang bawa nasi kotak dan sembako. Bukan cuma makan — kami dianggap manusia. Itu yang paling bikin haru."
Huniaja Peduli lahir sebagai divisi CSR — modal awal 9% net revenue.
Program Rumah Layak Huni pertama di Kampung Muara, Bogor.
Beasiswa anak konstruksi meluas ke 4 provinsi.
Program Makan Gratis Jumat Berkah pertama, 200 paket ke warga sekitar kantor pusat.
Target: 500 rumah, 5.000 anak, dan 30.000 pohon tertanam.
Kamu bisa berdonasi, jadi relawan renovasi rumah, atau membagikan workshop KPR gratis kami ke keluarga yang butuh. Tidak ada kontribusi yang terlalu kecil.
Semua laporan program Huniaja Peduli diaudit tahunan oleh KAP independen. Ringkasan bisa diminta via kontak@huniaja.com.