Ini bukan cerita satu developer — ini cerita industri kita. Huniaja hadir sebagai partner digital marketing yang mengerti bahwa properti bukan produk retail. Kami bantu developer, agen, dan mitra properti menemukan pembeli yang benar-benar siap tanda tangan.
Kamu sudah pasang iklan di 5 platform. Fotonya bagus, budget-nya tidak tanggung-tanggung. Tapi minggu ini leads yang masuk cuma tiga — dan semuanya cuma tanya "harga netto berapa?" lalu menghilang tanpa jejak.
Bulan depan, kamu ganti agency. Bulan depannya lagi, kamu buka lowongan digital marketer sendiri. Bulan depannya lagi, tim internal tersedot ke ops proyek — dashboard iklan terbengkalai.
Siklus ini berulang di ratusan developer, agen, dan pemilik proyek — karena masalahnya bukan platform yang salah. Tapi cara berpikir tentang buyer properti yang salah.
Leads masuk banyak, tapi mayoritas 'window shopping' — tidak niat beli sungguhan.
Cost per lead terus naik. ROAS sulit dijelaskan ke bos atau investor.
Agency gonta-ganti creative, tapi angka akhirnya sama saja.
Tim internal sibuk urus operasional proyek, tidak sempat optimasi iklan harian.
Kebanyakan iklan properti bicara ke semua fase buyer dengan pesan yang sama. Padahal setiap fase butuh konten, format, bahkan channel yang berbeda. Insight ini bukan teori — ini pola beli properti Indonesia yang berulang di tiap segmen, dari starter home sampai luxury.
Buyer baru sadar butuh rumah. Cari tahu area, harga pasaran, kisaran KPR. Konten yang menang: edukasi ringan, tur virtual, snapshot lokasi.
Bandingkan 5-10 listing serius. Hitung KPR, tanya keluarga, cek review. Konten yang menang: perbandingan spec, simulasi cicilan, review lingkungan.
Sudah shortlist 2-3 unit. Siap survey dan tanda tangan. Konten yang menang: promo terbatas, testimoni penghuni, urgency yang jujur.
"Iklan yang menang di properti bukan yang paling gencar — tapi yang paling paham kapan buyer siap dihubungi."
Bukan template agency generik. Setiap pilar dibangun mengikuti siklus beli 180 hari yang sudah kami petakan di section sebelumnya.
Narasi tiga-fase Awareness → Consideration → Decision. Setiap unit punya angle unik: unit sudut, unit family-friendly, unit entry-price — bukan satu pesan untuk semua.
Meta Ads (FB + IG), Google Search & Performance Max, TikTok Ads. Semua channel di-manage in-house oleh tim bersertifikasi. Tidak ada sub-kontrak, tidak ada 'tim rotasi'.
Content pillar, hook library, dan kalender konten 90-hari untuk IG dan TikTok. Agen jadi 'brand', bukan sekadar 'nomor kontak' di listing.
Landing page konversi + routing WhatsApp + follow-up script. Satu alur dari klik iklan sampai jadwal survey — tanpa drop-off di tengah funnel.
Kamu tidak keluar biaya besar sebelum lihat bukti hasil di listingmu sendiri. Fokus kami: bukti dulu, kontrak belakangan.
Audit gratis: pemetaan ICP, kompetitor, dan channel yang paling relevan. Deliverable: strategi tertulis + estimasi ROI + rekomendasi budget.
Pilot terbatas di 1 listing / 1 lini. Model kerjasama fleksibel: fixed fee, revenue-share, atau performance-based per kualitas lead. Tidak sesuai target? Kamu tidak wajib lanjut.
Aktivasi penuh: Meta, Google, TikTok. Setup pixel tracking, landing page konversi, konten kreatif per-tahap buyer journey. Semua in-house.
Weekly stand-up 30 menit, dashboard real-time yang bisa kamu akses kapan saja, laporan bulanan lengkap dengan rekomendasi scaling kuartal berikutnya.
Kami baru launch 9 September 2026. Umur ini kami akui — tapi bukan berarti kami baru mulai berpikir. Tim Huniaja Digital Marketing terdiri dari specialist bersertifikasi di tiga channel utama, dengan pengalaman kolektif menghandle campaign properti puluhan miliar sebelum bergabung.
Yang berbeda: kami memilih fokus 100% di niche properti Indonesia — tanpa mengurus portfolio F&B, retail, atau fashion. Fokus ini bukan strategi marketing — ini komitmen jangka panjang.
Jangka pendek, kami eksekusi campaign yang bikin leads berkualitas mengalir stabil. Tapi visi kami lebih jauh: setiap partner yang mulai dari pilot kecil hari ini, punya potensi tumbuh bersama kami ke skala nasional dalam 24 bulan.
Launch resmi Huniaja (9 September 2026). Bangun tim internal specialist, standarisasi playbook 4-pilar, onboarding 5 partner pilot.
Skalakan partner dari 5 ke 30+ di Jabodetabek. Rilis dashboard real-time, buka model revenue-share untuk developer skala menengah.
Target 100+ partner developer & agen di 10 kota besar Indonesia. Bangun in-house creative studio + performance lab untuk R&D iklan properti.
"Ini bukan janji marketing — ini roadmap yang kami komit ke setiap partner yang bergabung sejak fase Foundation."
Karena kami baru launch September 2026, testimoni di bawah kami bingkai sebagai simulasi studi kasus dari pilot terbatas — transparansi lebih penting dari klaim yang tidak bisa diverifikasi.
"Dalam pilot 14 hari, kami uji storytelling per-unit ala Huniaja: satu unit sudut, satu unit entry-price, satu unit family-friendly. Hasilnya, 3 dari 5 leads paling serius datang dari unit yang 'diceritakan' — bukan dari unit yang 'dipromosikan'."
"Sebelum ini, saya post foto listing tanpa strategi dan hasilnya sepi. Setelah 30 hari mengikuti program personal branding Huniaja, follower TikTok naik dari 800 ke 6.400, dan 4 leads pertama datang lewat DM organik."
"Yang berbeda dari tim Huniaja: mereka jujur bilang TikTok Ads bukan channel yang cocok untuk segmen kami. Kami dialihkan ke Google Search + Meta retargeting. Bulan pertama, cost per lead turun 47%."
Tidak ada kontrak jangka panjang di awal. Tidak ada biaya besar sebelum bukti hasil. Cukup diskusi 30 menit + audit gratis. Kalau cocok, kita mulai pilot. Kalau tidak, kamu tetap dapat strategi tertulis yang bisa dipakai internal.
Isi 6 field singkat — tim kami akan follow-up via WhatsApp dalam 15 menit.