Huniaja
Kembali ke BeritaKeuangan

Reksadana vs Deposito untuk Dana DP: Mana yang Lebih Optimal?

Nabung DP di deposito aman, tapi return-nya kalah inflasi. Reksadana lebih agresif tapi ada risiko. Ini panduan pilihnya.

03 Mar 2026 5 min baca Bagas Wicaksana
Reksadana vs Deposito untuk Dana DP: Mana yang Lebih Optimal?
B
Bagas Wicaksana
Investment Analyst

Menyimpan dana DP di produk yang salah bisa bikin kamu terlambat beli rumah karena kalah inflasi properti.

Deposito Berjangka

  • + Terjamin LPS sampai Rp 2 miliar
  • + Return tetap (4-5% per tahun)
  • + Cocok jangka pendek <2 tahun
  • - Kalah inflasi properti (8-12%)
  • - Dana terkunci sesuai tenor

Reksadana Pasar Uang (RDPU)

  • + Return 5-6% per tahun
  • + Bisa dicairkan kapan saja (T+1)
  • + Modal minim (mulai Rp 100rb)
  • + Risiko sangat rendah
  • - Tidak dijamin LPS
  • - Return masih di bawah inflasi properti

Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)

  • + Return 7-9% per tahun
  • + Cocok jangka 1-3 tahun
  • + Risiko rendah-menengah
  • - Nilai bisa berfluktuasi jangka pendek

Reksadana Campuran

  • + Return 8-12% per tahun (jangka panjang)
  • + Cocok jangka >3 tahun
  • - Fluktuasi menengah
  • - Risiko lebih tinggi

Rekomendasi Berdasarkan Timeline DP

  • <1 tahun beli: Deposito atau RDPU
  • 1-2 tahun beli: RDPU + RDPT (60:40)
  • 2-4 tahun beli: RDPT + Campuran (50:50)
  • >4 tahun beli: Campuran + saham blue chip (60:40)

"Kalau inflasi properti 10% dan tabunganmu di deposito hanya 5%, kamu setiap tahun makin jauh dari rumah — bukan makin dekat."

Butuh Konsultasi Langsung?

Butuh diskusi langsung dengan konsultan properti kami? Tim Huniaja siap bantu 7 hari seminggu.

Chat via WhatsApp
#Reksadana#Deposito#DP