Modus penipuan agen properti makin canggih. Kenali 10 ciri berikut sebagai peringatan dini.
1. Tidak Punya Kartu Anggota AREBI/HISPI
Agen legit tergabung di asosiasi resmi seperti AREBI atau HISPI. Kalau tidak bisa tunjukkan kartu anggota, curigai.
2. Meminta 'Tanda Jadi' Sebelum Survey
Agen legit tidak akan minta uang sebelum kamu lihat rumah langsung. Kalau minta transfer 'tanda jadi' via WA, hindari.
3. Tidak Bisa Tunjukkan Dokumen Rumah
Sertifikat, IMB/PBG, PBB - agen jujur bisa tunjukkan semua saat kamu tanya. Yang menghindar biasanya menyembunyikan sesuatu.
4. Harga Terlalu Jauh di Bawah Pasar
Rumah senilai Rp 500 juta tiba-tiba dijual Rp 300 juta 'urgent BU'? Itu jebakan klasik untuk memancing DP cepat.
5. Meminta Transfer ke Rekening Pribadi
Transaksi properti resmi selalu via rekening perusahaan/developer atau escrow. Rekening pribadi = red flag terbesar.
6. Menekan untuk Cepat Keputusan
'Ini last unit, tadi baru ada yang tanya juga'. Tekanan waktu adalah taktik agar kamu tidak sempat verifikasi.
7. Tidak Mau Ketemu Langsung
Semua komunikasi hanya via WA/telepon, tidak mau meeting fisik. Agen legit siap ketemu di kantor atau lokasi rumah.
8. Foto Rumah Tidak Konsisten
Foto interior beda dari eksterior (beda gaya arsitektur). Cek reverse image search di Google - sering foto curian dari luar negeri.
9. Nomor Telepon Prepaid Baru
Nomor HP prepaid yang baru aktif 1-3 bulan biasanya milik oknum. Agen legit punya nomor stabil dan email domain perusahaan.
10. Testimoni di Website Terlalu Manis
Semua testimoni 5 bintang, foto avatar identik, kata-kata seragam - biasanya fake reviews yang dibayar.
"Investasi 15 menit riset agen bisa selamatkan investasi ratusan juta rumah kamu."
Butuh Konsultasi Langsung?
Butuh diskusi langsung dengan konsultan properti kami? Tim Huniaja siap bantu 7 hari seminggu.
Chat via WhatsApp