Kebocoran data pribadi jadi masalah serius di era digital. Saat ajukan KPR online, kamu wajib waspada dengan 5 hal ini.
1. Pastikan Website Bank Asli
Cek URL: harus HTTPS + domain resmi bank (bca.co.id, mandiri.co.id, bsi.co.id). Waspada domain mirip seperti 'bca-kpr.com' atau 'mandiri-online.id'.
2. Jangan Upload di Grup WA/Telegram
KTP, KK, slip gaji, NPWP jangan dikirim via chat grup. Kalau harus kirim ke marketing, gunakan email resmi bank (bukan Gmail pribadi).
3. Gunakan Wi-Fi Aman
Ajukan KPR online hanya via jaringan pribadi/kantor. Hindari Wi-Fi publik (kafe, mall) yang bisa disadap. Kalau harus, gunakan VPN.
4. Password Kuat & 2FA
Akun bank online wajib pakai password min 12 karakter + 2-Factor Authentication (OTP). Jangan pakai password sama untuk akun lain.
5. Cek Hak Akses Data
Sebelum kirim data, baca Kebijakan Privasi bank/platform. Pastikan mereka tidak bagikan data ke pihak ketiga tanpa persetujuanmu (sesuai UU PDP 2022).
Yang Wajib Dilakukan Setelah Ajukan
- Simpan bukti pengajuan tertulis
- Aktifkan notifikasi SMS/email semua transaksi
- Cek kartu kredit & rekening berkala (waspada transaksi mencurigakan)
- Kalau ada percobaan phishing, laporkan ke bank + patrolisiber.id
Yang Dilarang
- Kirim foto KTP tanpa watermark
- Upload dokumen di cloud publik
- Kasih akses e-KTP scan ke marketing tidak resmi
- Simpan password di file bernama 'password.txt'
"Data pribadimu lebih berharga dari uangmu. Uang bisa diganti, identitasmu tidak."
Butuh Konsultasi Langsung?
Butuh diskusi langsung dengan konsultan properti kami? Tim Huniaja siap bantu 7 hari seminggu.
Chat via WhatsApp